Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Sunday, March 4, 2012

Atenolol


Sediaan:
Tablet 50 mg

Cara Kerja Obat:
Atenolol adalah adalah obat yang disebut beta-blocker. Beta-blocker mempengaruhi jantung dan peredaran darah (darah mengalir melalui arteri dan vena).
 
Indikasi:
-     Hipertensi
-     Angina pectoris
-     Mengatasi atau mencegah serangan jantung

Kontraindikasi:
-     Terdapat blok jantung derajat II atau III, syok kardiogenik.
-     Bradikardia, hipotensi, asidosis metabolik, gangguan sirkulasi perifer berat, "sick sinus syndrome", feokromositoma yang tidak diobati, gagal jantung tidak terkontrol.

Dosis:
-     Hipertensi: 50 atau 100 mg sekali sehari.
-     Angina pektoris: 100 mg sekali sehari atau 50 mg 2 kali sehari.
-     Intervensi infark miokard: 100 mg sehari.

Peringatan dan Perhatian:
-     Kapasitas jantung buruk, gagal jantung tidak terkontrol, penyakit penyumbatan paru kronis atau asma.
-     Penghentian β-bloker harus bertahap pada pasien dengan penyakit jantung iskemik.
-     Dapat memperparah kelainan sirkulasi arterial perifer.
-     Pasien dengan riwayat reaksi anafilaksis.
-     Hamil & menyusui.
-     Memodifikasi takhikardia pada hipoglikemia.
-     Blok jantung derajat I, angina Prinzmetal, tirotoksikosis, hipoglikemia.
-     Bisa mengganggu kemampuan untuk mengendarai atau mengoperasikan mesin.

Efek Samping :                    
-     Anggota gerak dingin, lelah, gangguan saluran pencernaan, bradikardia.
-     Kadang-kadang : sakit kepala, perubahan suasana hati, pusing, & kemunduran gagal jantung.
-     Jarang : gangguan tidur, kebotakan, trombositopenia, purpura, reksi kulit bentuk psoriasis, eksaserbasi (kambuhnya penyakit atau gejala penyakit secara mendadak) psoriasis, gangguan penglihatan, psikosis, halusinasi, blok jantung, hipotensi postural yang mungkin berhubungan dengan sinkope (kehilangan kesadaran sementara karena berkurangnya aliran darah ke otak).
-     Klaudikasi intermiten (kompleks gejala terdiri atas rasa nyeri pada kaki atau tungkai sewaktu berjalan dan sembuh sehabis beristirahat).
-     Fenomena Raynaud.
-     Bronkhospasme. 
-  Ruam dan mata kering, parestesi (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan).

2 comments:

  1. mekanisme kerjanya ad gak???

    ReplyDelete
  2. Atenolol merupakan obat antihipertensi dan anti angina golongan beta blocker yg bekerja dengan mekanisme:
    pengurangan denyut jantung dan kontraktilitas miokard sehingga curah jantung berkurang; Hambatan pelepasan NE (nor epineprin) melalui hambatan reseptor beta-2; Hambatan sekresi renin melalui hambatan reseptor beta-1 di ginjal

    ReplyDelete