Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Wednesday, February 8, 2012

Papaverin




Komposisi:
Papaverin HCl 10 mg, 40 mg

Cara Kerja Obat:
Papaverin merupakan relaksan non spesifik yang bekerja secara langsung pada otot polos.

Indikasi:
-     Kolik kandung empedu & ginjal & kondisi dimana memerlukan relaksasi otot polos, embolisme perifer & mesentrium.
-     Spasmolitik, kejang perut, kejang saluran kemih, saluran empedu, dismenore, migrain (emboli perifer dan mesenterik) 

Kontraindikasi :
Glaukoma, syok, hipotensi, insufisiensi jantung, kerusakan hati, adenoma prostat, atoni usus dan kandung kemih, kehamilan dan menyusui.
Dosis:
-     Dewasa : 40 – 80 mg, 3 x sehari
-     Anak 6 – 12 tahun : 10 mg, 4 x sehari
-      Anak 2 – 6 tahun : 5 mg, 4 x sehari

Efek Samping :
Pandangan kabur, mual, mengantuk, berkeringat

5 comments:

  1. assalamu alaikum bu dokter mau tanya ,kalau untuk sakit maag yg akut bpk saya umur 70 tahun muntah terus dan sakit di uluhati apa bisa obatnya papaverin kombinasi ranitidin . mohon jawabannya terima kasih

    ReplyDelete
  2. wa alaikum salam...
    Untuk sakit uluhati disertai muntah dan kejang pada perut, bisa diberikan kombinasi ranitidin dan papaverin. Namun sebelum pemberian papaverin perlu dipastikan Bapak Anda tidak menderita sakit jantung, penyakit liver (gangguan fungsi hati dan tekanan darah rendah (hipotensi).

    ReplyDelete
  3. dok, papaverin ini obat analgesik ato perangsang otot agar kontaksi???
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Papaverin merupakan obat pencernaan jenis antispasmodik (obat maag anti kejang). Obat pencernaan jenis ini digunakan unutk mengatasi kejang pada saluran cerna yang mungkin disebabkan diare, gastritis, tukak peptik dan sebagainya.

      Papaverine termasuk golongan alkaloid opium yang diindikasikan untuk kolik kandungan empedu dan ginjal dimana dibutuhkan relaksasi pada otot polos pada bronkus, saluran cerna, ureter, dan saluran kemih.

      Papaverine memiliki sedikit aksi analgesik. Adanya efek relaksasi papaverine pada otot yang kontraksi/kejang/spasme diharapkan dapat mengurangi rasa nyeri pada penderita.

      Delete
    2. terima kasih atas jawaban nya,....
      perfect,
      mau tanya lagi, kenapa pada ibu hamil dan menyusui itu tidak boleh di berikan papaverine??

      Delete