Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Sunday, February 19, 2012

Levofloxacin



Sediaan:
-     Tablet : 250 mg, 500 mg
-     Vial: 5 mg/ml, 100 ml

Cara Kerja Obat:
Levofloxacin merupakan isomer optik S- (-) dari ofloxacin dengan spektrum antibakteri yang luas, aktif terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif, termasuk bakteri anaerob. Levofloxacin juga aktif terhadap Chlamydia pneumoniae dan Mycoplasma pneumoniae. Mekanisme kerjanya dengan cara menghambat replikasi dan transkripsi DNA bakteri.

Indikasi:
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap Levofloxacin, seperti :
-     Sinusitis maxilaris akut
-     Eksaserbasi akut bronkitis kronik
-     Community acquired pneumonia
-     Infeksi saluran kemih terkomplikasi
-     Prostatitis kronik
-     Infeksi kulit dan jaringan kulit yang tidak terkomplikasi.

Kontraindikasi :
Penderita yang hipersensitif terhadap levofloxacin, antimikroba golongan kuinolon dan komponen dari obat ini.

Dosis:
Per Oral (diminum):
-     Sinusitis akut: 500 mg/hari selama 10 – 14 hari.
-     Bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut: 250 – 500 mg perhari selama 7 – 10 hari.
-     Pneumonia komuniti: 500 mg satu atau dua kali sehari selama 7 – 14 hari.
-     Infeksi saluran kemih terkomplikasi: 250 mg perhari selama 7 – 10 hari (3 hari pada infeksi tanpa komplikasi).
-     Prostatitis kronik: 500 mg selama 28 hari.
-     Infeksi kulit dan jaringan lunak lainnya: 250 mg perhari atau 500 mg satu sampai dua kali perhari selama 7 – 14 hari.

Melalui infus intravena (minimal 60 menit untuk 500 mg):
-     Pneumonia komuniti: 500 mg, satu sampai dua kali sehari.
-     Infeksi saluran kemih dengan komplikasi: 250 mg perhari.
-     Infeksi kulit dan jaringan lunak lainnya: 500 mg 2 kali sehari.

Peringatan dan Perhatian :
-     Keamanan dan manfaat dari levofloxacin pada anak-anak, dewasa dibawah usia 18 tahun, wanita hamil dan menyusui belum terbukti.
-     Kolitis pseudomembranosa telah dilaporkan pada penggunaan beberapa antibiotika termasuk levofloxacin, dari gejala yang ringan sampai yang mengancam jiwa, oleh karena itu perlu dipertimbangkan diagnosis keadaan tersebut pada penderita yang mengalami diare sehubungan dengan pemberian antibiotika.
-     Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan flora usus normal terbunuh dan pertumbuhan berlebih dari bakteri clostridia yang dapat menghasilkan toxin.
-     Konvulsi dan toxic psikosis pernah dilaporkan pada penggunaan antibiotika kuinolon termasuk levofloxacin.
-     Reaksi hipersensitif yang fatal pernah dilaporkan, hentikan penggunaan levofloxacin apabila timbul gejala-gejala hipersensitif.
-     Reaksi fototoksisitas ringan sampai berat telah diamati pada penderita yang terkena sinar matahari langsung selama menerima obat-obat golongan ini.
-     Sama dengan golongan kuinolon lainnya, levofloxacin harus digunakan dengan hati-hati pada penderita yang diketahui atau dicurigai menderita gangguan SSP karena dapat menjadi faktor predisposisi bangkitan kejang atau menurunkan ambang bangkitan kejang (seperti pada arteriosklerosis serebral berat, epilepsi) atau adanya faktor risiko lain yang dapat mempengaruhi bangkitan kejang atau menurunkan ambang bangkitan kejang.
-     Sama dengan golongan kuinolon lainnya, gangguan glukosa darah, termasuk hiper dan hipoglikemia telah dilaporkan, biasanya pada penderita diabetes, yang menerima pengobatan bersama-sama dengan obat oral hipoglikemik atau dengan insulin.

Efek Samping :                    
Efek samping yang dapat terjadi : diare, mual, kembung, konstipasi, nyeri perut, sakit kepala, insomnia, agitasi, anorexia, ansietas, arthralgia, mulut kering, dyspnea, edema, lelah, demam, genital pruritus, keringat berlebih, gelisah, rhinitis, gangguan kulit, somnolence dan hilang rasa.

No comments:

Post a Comment