Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Friday, February 17, 2012

Diltiazem


 
Sediaan:
Tablet 30 mg, Tablet 60 mg
Kapsul 120 mg, 180 mg, 240 mg

Cara Kerja Obat:
Diltiazem adalah derivate benzodiazepin yang merupakan prototip dari antagonis kalsium. Mekanisme kerja senyawa ini adalah mendepresi fungsi nodus SA dan AV, juga vasodilatasi arteri dan arteriol koroner serta perifer. Dengan demikian maka diltiazem akan menurunkan denyut jantung dan kontraktiiitas otot jantung, sehingga terjadi keseimbangan antara persediaan dan pemakaian oksigen pada iskhemik jantung. Diltiazem efektif terhadap angina yang disebabkan oieh vasospasme koroner maupun aterosklerosis koroner. Pemberian diltiazem akan mengurangi frekuensi serangan angina dan menurunkan kebutuhan pemakaian obat nitrogliserin.

Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi, angina (kejang di dada yang biasanya disebabkan oleh kurangnya oksigen di jantung), dan beberapa gangguan irama jantung tertentu.

Kontraindikasi
-     Blok AV tingkat 2 - 3,* hipotensi (tekanan sistole kurang dari 90 mmHg) dan syok kardiogenik.
-     Hipotensi, insufisiensi jantung kongestif, sindroma nodul atrial, gangguan konduksi, bradikardia.
-     Pasien dengan gejala gangguan irama sinus, kecuali bila ada alat pacu jantung ventrikuler yang berfungsi.
-     Wanita hamil, wanita yang diduga usia subur.
-     Penderita yang hipersensitif terhadap diltiazem.
-     Penderita dengan infark miokardiai aKut dan kongasti paru-paru yang dibuktikan dengan sinar X.

Dosis:
1.    Pemberian reguler:
-     Dosis diberikan melalui mulut (per oral) sebesar 30-60 mg, sebanyak 3-4 kali sehari.
-     Boleh ditambah secara bertahap hingga 360 mg/hari melalui mulut (per oral) dengan dosis terpisah atau hingga 480 mg/hari, jika diperlukan.
2.    Pemberian lanjutan:
Melalui mulut (per oral) 120-480 mg/hari, sebanyak 1 kali sehari atau 2 kali sehari. 

Peringatan dan Perhatian:
-     Pemberian diltiazem tidak boleh dikombinasi dengan beta-bloker ataudigoxin.
-     Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan bradikardia berat (dibawah 50 denyut/menit) atau hambatan atrioventrikular tingkat 1.
-     Bila pengobatan dengan diltiazem hendak dihentikan, dosis harus diturunkan secara bertahap dan gejala-gejala yang mungkin timbul diawasi secara teliti.

Efek Samping:
-     Jarang terjadi, hanya 2 - 10% pasien yang mengalami nyeri kepala, pusing, gangguan saluran cerna dan bradikardia.
-     Kadang-kadang menaikkan tingkat GOT, GPT dan fosfatase alkalin.
-     Hipersensitif : erupsi, eritema multiforme (dalam kasus demikian pengobatan harus dihentikan).
-     Pernah dilaporkan : rash, pruritus

No comments:

Post a Comment