Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Wednesday, February 15, 2012

Clindamycin (Klindamisin)


 Sediaan dan Komposisi:
-     Clindamycin 150 mg
Tiap kapsul mengandung:
Clindamycin HCl 163 mg setara dengan Clindamycin base 150 mg
-     Clindamycin 300 mg
Tiap kapsul mengandung:
Clindamycin HCl 326 mg setara dengan Clindamycin base 300 mg

Cara Kerja Obat:
Clindamycin merupakan antimikroba yang spektrumnya menyerupai linkomisin namun aktivitasnya lebih besar terhadap organisme yang sensitif. Clindamycin aktif terhadap Staphylococcus aureus, D. pneumoniae, Streptococcus pyogenes, Streptococci (kecuali Streptococcus faecalis). Streptococcus viridans dan Avtinomyces israelli serta aktif terhadap Bacteroides fragilis dan kuman patogen anaerob yang peka lainnya. Clindamycin menghambat sintesa protein dengan cara mengikat pada gugus 50 S sub unit ribosomal bakteri.

Clindamycin diabsorpsi hampir lengkap pada pemberian per oral, dan kadar puncak 2-3 mcg/ml dicapai dalam 1 jam setelah pemberian 150 mg. Adanya makanan dalam lambung tidak mempengaruhi absorpsinya. Waktu paruhnya 2,7 jam. Clindamycin didistribusi secara baik ke berbagai cairan tubuh, jaringan dan tulang, kecuali ke cairan serebrospinal dan diekskresi melalui urin dan feses.

Indikasi:
Efektif untuk pengobatan infeksi serius yang disebabkanoleh bakteri anaerob, streptokokus, pneumokokus dan stafilokokus, seperti :
-     Infeksi saluran pernafasan yang serius.
-     Infeksi tulang dan jaringan lunak yang serius.
-     Septikemia.
-     Abses intra-abdominal.
-     Infeksi pada panggul wanita dan saluran kelamin.

Kontraindikasi :
Hipersensitif terhadap klindamisin dan linkomisin.

Dosis:
-     Dewasa : Infeksi serius 150-300 mg tiap 6 jam
Infeksi yang lebih berat 300-450 mg tiap 6 jam
-     Anak-anak : Infeksi serius 8-16 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3-4
Infeksi yang lebih berat 16-20 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3-4
-     Untuk menghindari kemungkinan timbulnya iritasi esofageal, maka obat harus ditelan dengan segelas air penuh.
-     Pada infeksi streptokokus beta hemolitik,pengobatan harus dilanjutkan paling sedikit 10 hari.

Peringatan dan Perhatian :
-     Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan menyusui belum diketahui dengan pasti.
-     Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya super infeksi dengan bakteri dan jamur.
-     Selama penggunaan jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan hematologi, fungsi hati dan ginjal.
-     Hati-hati penggunaannya pada penderita kerusakan hati atau ginjal yang berat.
-     Hentikan pemakaian antibiotika ini, jika selama pengobatan timbul mencret secara berlebihan.
-     Terapi dengan clindamycin dapat menyebabkan kolitis berat yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu pemberian clindamycin dibatasi untuk infeksi serius dimana tidak dapat diberikan antimikroba yang kurang toksik misalnya eritromisin.
-     Clindamycin tidak boleh digunakan untuk infeksi saluran nafas bagian atas.
-     Pemberian pada bayi dan neonatus harus disertai pengamatan fungsi sistem organ yang tepat.
-     Karena clindamycin tidak dapat mencapai cairan serebrospinal dalam jumlah yang memadai, maka clindamycin tidak dapat digunakan untuk pengobatan meningitis.
-     Secara in vitro menunjukkan adanya antagonisme antara clindamycin dan eritromisin. Karena kemungkinan itu secara klinis dapat terjadi, maka kedua obat ini tidak boleh diberikan secara bersamaan.
-     Hati-hati pemberian pada penderita dengan riwayat penyakit saluran pencernaan terutama kolitis, serta penderita atopik.
-     Hati-hati penggunaan pada penderita yang mendapat terapi obat-obat penghambat neuromuskular karena dapat meningkatkan kerja obat-obat penghambat neuromuskular.

Efek Samping :
-     Gangguan gastrointestinal: mual, muntah dan kolitis pseudomembranous
-     Reaksi hipersensitif: pruritus, rash, urtikaria
-     Hati: jaundice, abnormalitas test fungsi hati
-     Ginjal: disfungsi ginjal (azotemia, oliguria, proteinuria)
-     Hematopoietic: neutropenia sementara (leukopenia), eosinofilia, agranulositosis, thrombositopenia
-     Muskuloskeletal: polyarthritis

No comments:

Post a Comment