Selamat datang di www.publichealthnote.blogspot.com

Publichealthnote menyediakan informasi seputar penyakit dan obat sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dan sebagai wawasan tambahan bagi masyarakat umum. Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Terima kasih atas kunjungan Anda. Semoga blog ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menjadi amal jariyah bagi penulis.

Monday, August 15, 2011

Ibuprofen




Komposisi:
-     Tiap tablet salut selaput mengandung ibuprofen 200 mg.
-     Tiap tablet salut selaput mengandung ibuprofen 400 mg.

Farmakologi:
Ibuprofen merupakan derivat asam fenil propionat dari kelompok obat antiinflamasi non steroid. Senyawa ini bekerja melalui penghambatan enzim siklo-oksigenase pada biosintesis prostaglandin, sehingga konversi asam arakidonat menjadi PG-G2 terganggu.

Prostaglandin berperan pada patogenesis inflamasi, analgesia dan demam. Dengan demikian maka ibuprofen mempunyai efek antiinflamasi dan analgetik-antipiretik.
Khasiat ibuprofen sebanding, bahkan lebih besar dari pada asetosal (aspirin) dengan efek samping yang lebih ringan terhadap lambung.

Pada pemberian oral ibuprofen diabsorbsi dengan cepat, berikatan dengan protein plasma dan kadar puncak dalam plasma tercapai 1 – 2 jam setelah pemberian. Adanya makanan akan memperlambat absorbsi, tetapi tidak mengurangi jumlah yang diabsorbsi. Metabolisme terjadi di hati dengan waktu paruh 1,8 – 2 jam. Ekskresi bersama urin dalam bentuk utuh dan metabolit inaktif, sempurna dalam 24 jam.

Indikasi:
Karena efek analgesik dan antiinflamasinya maka dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala penyakit rematik tulang, sendi dan non-sendi.
·       Juga dapat digunakan untuk meringankan gejala-gejala akibat trauma otot dan tulang/ sendi (trauma muskuloskeletal).
·       Karena efek analgesiknya maka dapat digunakan untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada dismenore primer (nyeri haid), nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri setelah operasi, sakit kepala.

Kontraindikasi:
-        Penderita yang hipersensitif terhadap asetosal (aspirin) atau obat antiinflamasi non steroid lainnya, wanita hamil dan menyusui, serta anak dibawah usia 14 tahun.
-        Penderita dengan syndroma nasal polyps, angioderma dan reaksi bronchospasma terhadap asetosal (aspirin) atau antiinflamasi non steroid yang lain. Dapat menyebabkan reaksi anafilaktik.

Dosis:
-     Dewasa :
·         Untuk analgesik dan antiinflamasi (rematik tulang, sendi dan non-sendi, trauma otot dan tulang / sendi) :
Dosis yang dianjurkan : sehari 3 – 4 x 400 mg.
Pada permulaan pemakaian sebaiknya menggunakan dosis minimum yang efektif yaitu 400 mg 3 kali sehari.
·         Untuk analgesik :
Dosis yang dianjurkan : 200 mg sampai 400 mg 3 – 4 kali sehari.
-     Anak :
10 mg Ibuprofen per kilogram berat badan

Efek Samping :
-        Walaupun jarang terjadi, tapi timbul efek samping sebagai berikut : gangguan saluran pencernaan termasuk mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, konstipasi dan nyeri lambung.
-        Juga pernah dilaporkan terjadi ruam pada kulit, bronchospasme (penyempitan bronkus), trombositopenia (penurunan sel pembeku darah).

Peringatan dan Perhatian :
·           Pada uji klinis, dosis lebih besar dari 400 mg tidak lebih efektif dibanding dosis 400 mg.
·           Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
·           Penggunaan Ibuprofen harus hati-hati pada penderita : Lupus eritematosus sistematik dan  Gangguan fungsi hati dan ginjal.
·           Karena Ibuprofen dapat menyebabkan penyempitan bronkhus (bronchospasme) maka hati-hati pada penderita asma.
·           Karena pernah dilaporkan terjadi retensi cairan dan edema, maka hati-hati pada penderita yang pernah menderita penyakit gagal jantung.
·           Pada umumnya pendarahan pada lambung dan/ atau ulcer atau perforasi pada pasien usia lanjut akan lebih berat.
·           Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui.
·           Selama menggunakan obat ini jangan minum asetosal, juga obat antikoagulan (anti pembekuan darah) golongan warfarin.
·           Penurunan ketajaman penglihatan dan kesulitan membedakan warna dapat terjadi, tetapi sangat jarang dan akan sembuh bila obat dihentikan. Apabila terjadi gangguan penglihatan maka obat harus segera dihentikan dan memeriksakan mata ke dokter.

Interaksi Obat
-   Hindari pemberian bersamaan dengan antikoagulan, antitrombotik dan obat-obatan AINS lain.
 -    Hindari pemberian bersamaan dengan ACE (Angiotensin Converting Enzyme) inhibitor.
 


 

No comments:

Post a Comment